Jumat, 24 Juli 2009

Sukses Dalam Meminta Respon

Semakin banyak orang yang kita temui, maka semakin banyak sifat2 orang yang kita ketahui. Ada banyak hal yang membuat kita harus bisa bersifat fleksibel dalam menggapai sukses meminta respon, artinya ketika kita harus mengajak orang lain memperhatikan setiap perkataan yang ingin kita lontarkan, maka haruslah kita menyesuaikan bagaimana tingkah yang tepat dengan orang tersebut. Saya sangat bersukur atas apa yang saya temukan dalam kehidupan saya. Bagaimana pekerjaan saya tidaklah tepat menjadi seorang yang harus bertemu banyak orang, akan tetapi banyak kegiatan di luar dugaan saya, yang mengharuskan saya bertemu dengan banyak orang, termasuk orang2 penting. Bagaimana tidak, ketika saya harus menjadi seorang Marketing dengan Profile Teknisi harus menjalankan tugas yang di berikan oleh atasan saya. Disitu saya banyak belajar, tidak boleh memperlakukan sikap yang sama kepada orang yang berlainan. Ketika saya menghadapi seorang yang Teknokrat (Guru, Dosen Dll) saya melihat Latar belakang pendidikan mereka tidak pernah sederajat dengan pendidikan yang saya miliki. Para Teknokrat umumnya suka memberi Ilmu dan kita selalu mendapatkan ilmu dan arahan yang bermanfaat. Maka kita harusnya lebih mengarahkan pembicaraan ke hal2 yang berkaitan dengan pendidikan. Jika kita juga harus bertemu dengan seorang perpengalaman namu kurang berpendidikan maka kita harus lebih bersifat non formal. Banyak hal lain yang membuat kita diterima dan sebaliknya kita juga harus bisa menerima. Ketika kita membuka pembicaraan maka kita harus bersedia mendapatkan sesuatu diluar dari konsep, artinya kita harus tetap mengalihkan perhatian untuk tetap pada konsep yang ingin kita berikan. Disini saya mengamati perlunya sikap merendahkan hati dulu dalam mengungkapkan maksud kita. Jangn memulai dengan ungkapan yang sederhana dengan menunjukkan identitas sederhana. Maka secara tidak langsung kita ingin mengajak untuk memulai dengan awal yang tenang dan tanpa identitas ke sombongan. Kita sudah akan menikamati misi kita yang sebenarnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar